ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PEMBELAJARAN
MATEMATIKA
Artificial intelligence atau kecerdasan
buatan merupakan sebuah trend perkembangan teknologi mutakhir, bahkan memegang
peranan kunci dalam perkembangan teknologi. Pemikiran tentang artificial intelligence berawal dari
sebuah filosofi bahwa kecerdasan manusia dapat diterapkan dalam
teknologi. (Muhammad Arhami [2005]). Manusia dalam bidang keilmuan disebut
dengan istilah homo sapiens, karena memiliki kemampuan mental,
intellegence, yang sangat penting untuk menopang kehidupan sehari-hari. Lebih
dari 2000 tahun, sudah ada usaha-usaha yang dilakukan oleh para ahli untuk
mempelajari mengapa manusia bisa menerima rangsangan kemudian berespon dan
sikap lain yang menunjukkan “kepandaiannya”, namun istilah artificial
intelligence (AI) baru diusulkan sekitar tahun 1956. AI telah mempengaruhi
banyak bidang mulai dari bidang-bidang yang bersifat umum, seperti usaha
mempelajari bagaimana sebenarnya manusia berpikir dan dirumuskan dalam notasi
matematika sampai dengan bidang khusus, seperti bagaimana komputer bisa
memainkan catur untuk melawan juara dunia catur.
1. Definisi Artificial Intelligence
Menurut Avron Barr dan Edward E. Feigenbaum,
Artificial Intellegence adalah sebagian dari komputer sains yang mempelajari
(dalam arti merancang) sistem komputer yang berintelegensi, yaitu sistem
yang memiliki karakteristik berpikir seperti manusia.
Kecerdasan buatan (bahasa Inggris: Artificial
Intelligence) didefinisikan sebagai kecerdasan yang ditunjukkan oleh suatu
entitas buatan. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan
dicipta kan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan
pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang
menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games),
logika fuzzy, jaringan syaraf tiruan dan robotika (wikipedia).
Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence)
merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan
pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia
adalah cerdas (H. A. Simon [1987]).
Kecerdasan Buatan (AI) merupakan sebuah studi
tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat
dilakukan lebih baik oleh manusia (Rich and Knight [1991]).
Kecerdasan Buatan (AI) merupakan cabang dari
ilmu komputer yang dalam merepresentasi pengetahuan lebih banyak
menggunakan bentuk simbol -simbol daripada bilangan, dan memproses informasi
berdasarkan metode heuristic atau dengan berdasarkan sejumlah aturan (Encyclopedia Britannica).
2. Pendekatan pada
Pengembangan Artificial Inteligence
Pendekatan yang digunakan
dalam pengembangan artificial intelligence(kecerdasan
buatan) menganut beberapa prinsip:
§ Strong Artificial Intelligence: pendekatan ini
ingin menuju ke pembuatan suatu mesin yang bisa benar benar berpikir dan
memecahkan masalah. Mesin mesin ini harus sadar akan dirinya dan
kemampuannyamintelegensianya secara umum harus tidak bisa dibedakan dengan
intelegensia seorang manusia.
§ Weak Artificial Intelligence: Pendekatan ini
berurusan dengan pembuatan Kecerdasan buatan di komputer yang tidak benar benar
bisa berpikir dan memecahkan masalah, namun bisa berprilaku seakan akan ia
memiliki kecerdasan. Pendekatan ini menyatakan bahwa sebuah mesin yang di
program dengan cukup akan dapat meniru pemikiran manusia.
§ Applied ArtificialIntelligence: Pendekatan ini
berusaha menghasilkan suatu sistem cerdas yang secara komersial dapat
digunakan, sebagai contoh sebuah sistem keamanan yang dapat mengenali wajah
orang yang boleh memasuki gedung.
§
Coginitive Artificial Intelligence: Pendekatan ini
memandang komputer sebagai alat untuk mengetes teori tentang bagaimana otak
manusia bekerja. Sebagai contoh teori tentang bagaimana cara kita mengenali
wajah, dan benda benda lainnya, atau bagaimana kita memecahkan masalah yang
abstrak.
3. Jenis-jenis Artificial
Intelligence
Dalam perkembangannya kecerdasan buatan dapat
dikelompokkan sebagai berikut:
§ Sistem Pakar (Expert System), komputer sebagai sarana untuk menyimpan
pengetahuan para pakar sehingga komputer memiliki keahlian menyelesaikan
permasalahan dengan meniru keahlian yang dimiliki pakar.
§ Pengolahan Bahasa Alami (Natural Language Processing), user dapat berkomunikasi
dengan komputer menggunakan bahasa sehari-hari, misal bahasa inggris, bahasa
indonesia, dan sebagainya.
§ Pengenalan Ucapan (Speech Recognition), manusia dapat berkomunikasi dengan
komputer menggunakan suara.
§ Robotika & Sistem
Sensor.
§ Computer Vision, menginterpretasikan
gambar atau objek-objek tampak melalui komputer.
§ Intelligent Computer-Aided
Instruction, komputer dapat digunakan sebagai tutor yang dapat melatih
& mengajar.
§ Game Playing.
§
Soft Computing.
4. Kelebihan dan Kekurangan Artificial
Inteligence
Kelebihan Artificial Intelligence
§ Kemampuan menyimpan data
yang tidak terbatas (dapat disesuaikan dengan kebutuhan).
§ Memiliki ketepatan dan
kecepatan yang sangat akurat dalam sistem kerjanya.
§
Dapat digunakan kapan saja karena tanpa ada rasa lelah atau
bosan.
Kekurangan Artificial Intelligence
§ Teknologi artificial
intelegensi tidak memiliki common sense. common sense adalah sesuatu yang
membuat kita tidak sekedar memproses informasi, namun kita mengerti informasi
tersebut. Kemengertian ini hanya dimiliki oleh manusia.
§ Kecerdasan yang ada pada
artificial intelligence terbatas pada apa yang diberikan kepadanya (terbatas
pada program yang diberikan). Alat teknologi artificial intelligence tidak
dapat mengolah informasi yang tidak ada dalam sistemnya.
5. Artificial Intelligence Dalam Pembelajaran
Matematika Melalui
Sistem Pakar
Pengetahuan dari suatu
sistem pakar mungkin dapat direpresentasikan dalam sejumlah cara. Salah satu
metode yang paling umum untuk merepresentasikan pengetahuan adalah dalam bentuk
tipe aturan (rule) IF…THEN (jika…maka)
Walaupun cara diatas sangat sederhana, namun
banyak hal yang berarti dalam membangun system pakar dengan mengekspresikan
pengetahuan pakar dalam bentuk ayuran diatas.
Konsep dasar dari suatu system pakar mengandung
beberapa unsure/elemen, yaitu keahlian, ahli, pengalihan keahlian, inferensi,
aturan, dan kemampuan menjelaskan. (Turban [1995]).
Keahlian merupakan suatu penguasaan
pengetahuan dibidang tertentu yang didapatkan dari pelatihan, membaca atau
pengalaman. Contoh bentuk pengetahuan yang merupakan keahlian adalah :
1.
Fakta-fakta pada lingkup permasalahan tertentu
2.
Teori-teori pada lingkup permasalahan tertentu.
3.
Prosedur-prosedur dan aturan-aturanberkenaan dengan lingkup
permasalahan tertentu.
4.
Strategi-strategi untuk menyelesaikan masalah.
5.
Pengetahuan tentang pengetahuan.
6. Keuntungan Menggunakan Sistem Pakar
Sistem Pakar (Expert System) merupakan paket perangkat lunak atau
paket program komputer yang ditujukan sebagai penyedia nasihat dan sarana bantu
dalam memecahkan masalah di bidang-bidang spesialisasi tertentu seperti sains,
perekayasaan, matematika, kedokteran, pendidikan, dan sebagainya. Sistem pakar
merupakan subset dari Artificial Intelligence.
Ada beberapa keunggulan dari system pakar
(Muhammad Arhami [2005]), diantaranya dapat :
§ Menghimpun data dalam
jumlah yang sangat besar.
§ Menyimpan data tersebut
untuk jangka waktu yang panjang dalam suatu bentuk tertentu.
§ Mengerjakan perhitungan
secara cepat dan tepat dan tanpa jemu mencari kembali data yang tersimpan
dengan kecepatan tinggi.
Sementara kemampuan sistem pakar (Muhammad
Arhami [2005]) diantaranya adalah :
§ Menjawab berbagai
pertanyaan yang menyangkut bidang keahliannya.
§ Bila diperlukan dapat
menyajikan asumsi dan alur penalaran yang digunakan untuk sampai ke jawaban
yang dikehendakinya.
§ Menambah fakta kaidah dan
alur penalaran sahih yang baru ke dalam otaknya.
§ Meningkatkan
reliabilitas.
§ Memberikan respon yang
cepat.
§ Merupakan paduan yang
cerdas.
§ Dapat bekerja dengan
informasi yang kurang lengkap.
Kelemahan dari sistem pakar (Muhammad Arhami
[2005]), diantaranya adalah :
§ Masalah dalam mendapatkan
pengetahuan dimana pengetahuan tidak selalu bisa didapatkan dengan mudah,
karena kadang kala pakar dari masalah yang kita buat tidak ada, dan kalaupun
ada kadang-kadang pendekatan yang dimiliki oleh pakar berbeda-beda.
§ Untuk membuat suatu
sistem pakar yang benar-benar berkualitas tinggi sangatlah sulit dan memerlukan
biaya yang sangat besar untuk pengembangan dan pemeliharaannya.
§ Boleh jadi sistem tak
dapat membuat keputusan.
§ Sistem pakar tidaklah
100% menguntungkan, walaupun seorang tetap tidak sempurna atau tidak selalu
benar.
Berdasarkan artiel diatas, materi pelajaran apa yang sangat
tepat menggunakan AI dalam pembelajaran matematika?
Referensi :
Suyanto. 2011. Artificial intelegence. Informatika.
Bandung
Stenberg. 2009. Psikologi Kognitif.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Arhami, Muhammad. 2005. Konsep Dasar Sistem Pakar. Yogyakarta : Penerbit
Andi.
pakah penulis pernah menerapkan AI dalam pembelajaran d sekolah? Jika sudah,perubahan apa yang dirasakan dibandingkan dengan pembelajaran konvensional?
BalasHapusJika belum, apa kendalanya?
Pendekatan yang digunakan dalam perkembangan AL menganut beberapa prinsip. Menurut penulis adakah dampak yang terjadi jika dalam pengembangan AL tidak menganut prinsip - prinsip tersebut ?
BalasHapus